Poem | Amortentia

picture by artstation.com

Amortentia (1)

Smell of love
Flowing through our gaze
Captured by heart
Turns into a feel
That only us can understand

Amortentia (2)

Oh dear, how to extinguish a fire before I’m in flames?
If I had to burn, would you like to give me splash of water?

Amortentia (3)

How do you put logic over emotion, to distinguish between love and obsession?
Those pretty girls aren’t for collection
unless you’re too easy to fall in love
If it’s just an infatuation, how can you hold it back?

Yogyakarta, August 31st, 2020-05.40 a.m.

3 respons untuk ā€˜Poem | Amortentiaā€™

  1. Menghiasi jiwa dengan ilmu dan amal

    Kaya sejati adalah kaya hati

    Pertama; Mati kan lampu saat mau tidur di malam hari, lampu tidur effort kekinian gpp.. “Allah memegang jiwa orang ketika matinya Dan memegang jiwa orang yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahanlah jiwa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain smp waktunya yang ditentukan” {QS. Az-Zumar: 42}
    Kedua; Menutup pintu di malam Hari
    Ketiga; Menutup wadah makanan Dan minuman
    Keempat; Membawa anak masuk rumah di malam hari, supaya tenang hatinya

    Biasa aja

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s